MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan hak akses khusus bagi Rehan, pelajar asal Kabupaten Pinrang, untuk kuliah di program studi Teknik Informatika tanpa melalui proses seleksi. Keputusan ini diambil setelah kemampuan peretasan sistem keamanan siber milik remaja tersebut diakui secara internasional oleh lembaga antariksa Amerika Serikat.
Sebelum menerima penghargaan, Rehan sempat memamerkan keahliannya di depan jajaran pimpinan universitas di Gedung Rektorat Unhas, Kota Makassar, Selasa (5/5/2026). Ia diminta menguji ketahanan sistem keamanan digital milik salah satu program studi di kampus tersebut.
Kepala Bidang Humas Rektorat Unhas, Ishaq Rahman menceritakan bahwa Rehan hanya membutuhkan waktu sangat singkat untuk menembus pertahanan situs web tersebut. Kecepatan jemarinya saat mengoperasikan perangkat komputer membuat para pimpinan universitas terkesima.
“Waktu ke Unhas kemarin, Rehan sempat demonstrasikan kemampuannya membobol sistem IT. Hanya dalam hitungan detik, dengan kecepatan 10 jari sangat cepat, Rehan berhasil bobol website salah satu prodi di Unhas,” kata Ishaq Rahman dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
Prestasi utama yang mengantarkan Rehan meraih tiket emas ini adalah keberhasilannya menemukan kerentanan pada sistem NASA. Atas temuan tersebut, namanya tercatat dalam daftar Hall of Fame serta menerima surat pengakuan resmi dari lembaga antariksa tersebut.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa menjelaskan bahwa langkah kampus memfasilitasi Rehan merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Unhas berkomitmen memberikan ruang bagi inovator muda agar bisa bersaing di kancah global, termasuk menyiapkan peluang program gelar ganda di luar negeri.
“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga investasi bagi masa depan bangsa. Kami ingin memastikan talenta seperti Rehan mendapatkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi dalam pengembangan teknologi,” ujar pria yang akrab disapa Prof JJ tersebut.
Keahlian tingkat tinggi yang dimiliki Rehan ternyata diperoleh secara mandiri atau otodidak. Hal ini menjadi catatan khusus bagi pihak universitas bahwa potensi besar dapat muncul dari mana saja, asalkan mendapatkan dukungan yang tepat.
Rehan dijadwalkan mulai menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Unhas pada tahun akademik 2026/2027. Ia mengaku sangat bersyukur dan berjanji akan menggunakan kesempatan ini untuk mempertajam kemampuannya di bidang teknologi informasi.
Ia juga menitipkan pesan bagi rekan sejawatnya agar tidak menyerah pada keadaan ekonomi. “Untuk teman-teman, jika memiliki bakat, teruslah dikembangkan. Jangan pesimis hanya karena keterbatasan, termasuk faktor ekonomi,” tutur Rehan.