MAKASSAR — Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bulukumba mengirimkan delegasi khusus dalam Pelatihan Manajemen Reputasi Digital Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Kegiatan yang dipusatkan di Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Makassar ini, berlangsung intensif selama tiga hari sejak Jumat (1/5/2026).
Delegasi Bulukumba terdiri dari Ketua MPI PDM Bulukumba Asdar, Sekretaris MPI Jihad Talib, serta Ketua PC IMM Bulukumba Muh. Risal. Mereka bergabung dengan utusan Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan untuk mendalami strategi komunikasi publik di era digital.
Ketua MPI PDM Bulukumba, Asdar, menegaskan bahwa penguatan reputasi digital kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi organisasi dakwah. Kecepatan perkembangan teknologi informasi menuntut lembaga untuk lebih responsif dan kredibel dalam menyebarkan konten.
“Transformasi digital menuntut setiap lembaga mampu mengelola informasi secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab. Karena itu, penguatan reputasi digital menjadi langkah strategis agar dakwah Muhammadiyah semakin luas dan tepat sasaran,” ujar Asdar di sela kegiatan, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, MPI memegang peran kunci sebagai garda terdepan dalam menjaga narasi organisasi. Fokus utamanya adalah memastikan setiap informasi yang keluar tetap positif, edukatif, serta adaptif terhadap dinamika ruang publik digital yang terus berubah.
Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi teknis dan manajerial. Cakupannya mulai dari strategi pengelolaan media digital, komunikasi krisis, hingga optimalisasi platform media sosial untuk kepentingan edukasi publik.
Sekretaris MPI PDM Bulukumba, Jihad Talib, menyebutkan bahwa aspek literasi digital menjadi poin krusial dalam menghadapi arus informasi yang kompleks. Keahlian mengelola konten tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang konsistensi pesan dan etika komunikasi.
“Pelatihan ini memberi bekal bagi kami untuk mengelola konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun citra organisasi secara berkelanjutan,” kata Jihad.
Peserta juga diajarkan pemanfaatan data dan analitik untuk membaca respons audiens. Hal ini penting agar program kerja dan pesan dakwah yang disampaikan dapat diukur efektivitasnya secara riil di lapangan.
Selain sesi materi, forum ini menjadi ruang diskusi mengenai tantangan komunikasi spesifik di setiap daerah, termasuk ancaman hoaks dan disinformasi. Asdar melihat adanya peluang kolaborasi yang lebih solid antar-MPI daerah di Sulawesi Selatan.
Langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem komunikasi Muhammadiyah yang terintegrasi. Dengan koordinasi yang kuat, penyebaran informasi positif dapat dilakukan secara serentak dan masif untuk meredam narasi negatif di ruang digital.
Jihad Talib menekankan pentingnya tindak lanjut nyata setelah pelatihan berakhir. PDM Bulukumba berencana menggelar pelatihan internal untuk memperkuat tim media di tingkat daerah agar pengelolaan reputasi digital berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam merespons tantangan zaman secara adaptif dan berkemajuan, sekaligus menjaga eksistensi organisasi di tengah persaingan informasi yang kian ketat.