TORAJA UTARA — Angka produktivitas padi di Toraja Utara selama ini menjadi keluhan para petani. Rata-rata, mereka hanya mampu memanen 3 hingga 4 ton gabah per hektare. Namun, angka itu berubah drastis setelah PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Kompartemen Regional 4 menggelar demonstrasi plot (demplot) pemupukan berimbang di lahan milik Ati Napang, seorang petani binaan.
Kombinasi Pupuk yang Mampu Gandakan Hasil Panen
Lahan seluas 1,5 hektare itu mendapat perlakuan khusus. Pupuk Indonesia menerapkan kombinasi lima jenis pupuk: Petroganik sebanyak 1.000 kilogram, Nitrea 100 kilogram, NPK Pelangi 16-16-16 sebanyak 300 kilogram, ZA Plus 300 kilogram, dan Phosgreen 200 kilogram. Hasilnya, produktivitas lahan mencapai 11,43 ton atau meningkat sekitar 4,43 ton dari produksi sebelumnya.
“Kenaikannya mencapai 63,3 persen. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata di lapangan,” kata Regional CEO Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, dalam keterangannya, Selasa (25/3/2025).
Petani Langsung Merasakan Perbedaan
Ati Napang mengaku baru pertama kali melihat pertumbuhan tanamannya seragam dan hasil panennya melimpah. Pola pemupukan yang biasa ia terapkan sebelumnya, kata dia, tidak pernah menghasilkan gabah sebanyak itu.
“Pertumbuhan tanaman lebih seragam dan hasil panen jauh lebih tinggi dibandingkan musim sebelumnya. Kami melihat sendiri perbedaan hasilnya,” ujar Ati.
Ia berharap pengalaman ini bisa direplikasi oleh petani lain di Toraja Utara yang masih bergulat dengan produktivitas rendah.
Mengapa Petani Toraja Butuh Pemupukan Berimbang?
Selama ini, sebagian besar petani di Toraja Utara menggunakan pupuk secara asal-asalan, tanpa memperhatikan dosis dan jenis yang sesuai dengan kondisi lahan. Akibatnya, tanah menjadi jenuh dan hasil panen stagnan. Melalui demplot ini, Pupuk Indonesia ingin mengedukasi petani tentang prinsip tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara.
“Kami ingin menunjukkan secara nyata bahwa inovasi dan teknologi pemupukan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” tegas Wisnu.
Dukungan Pemda untuk Replikasi ke Wilayah Lain
Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi, turun langsung menyaksikan panen raya tersebut. Ia mengapresiasi langkah Pupuk Indonesia yang tidak sekadar menjual produk, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada petani.
“Pemerintah Kabupaten Toraja Utara mendukung berbagai upaya yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi budidaya yang tepat mampu memberikan dampak nyata,” ujar Andrew.
Ia berharap keberhasilan demplot ini bisa diterapkan di kecamatan-kecamatan lain di Toraja Utara agar ketahanan pangan daerah semakin kuat.