Keputusan ini diumumkan OpenAI melalui blog resminya, Rabu (5/3/2025). Perusahaan mengatakan peningkatan efisiensi komputasi menjadi kunci utama perluasan akses. Biaya untuk menjalankan fitur memori versi terbaru—yang disebut dreaming—berhasil ditekan hingga sekitar lima kali lipat, membuatnya layak disediakan secara massal.
“Kami baru sekarang bisa menawarkan versi yang memenuhi standar kualitas dan praktis untuk disajikan dalam skala besar kepada pengguna Free,” tulis OpenAI dalam pengumumannya.
Bukan Sekadar Mengingat Percakapan
Fitur memori ChatGPT bukanlah kotak catatan biasa. Sistem ini bekerja dengan menyerap informasi dari interaksi pengguna secara otomatis—kebiasaan, preferensi topik, hingga detail proyek yang sedang dikerjakan—lalu menggunakannya sebagai konteks di sesi percakapan berikutnya. Pengguna tak perlu mengulang instruksi dari awal setiap kali membuka obrolan baru.
OpenAI menyebut peningkatan terbaru pada sistem memori ini berfokus pada tiga area: membawa konteks yang berguna dari percakapan sebelumnya, mengikuti preferensi dan batasan yang diberikan pengguna, serta tetap relevan seiring berjalannya waktu. Contohnya, jika Anda pernah meminta ChatGPT menulis dengan gaya formal, model akan mengingat preferensi itu untuk proyek serupa di masa depan.
Memori Semakin Cerdas dengan 'Dreaming'
Otak di balik fitur ini adalah mekanisme dreaming—istilah OpenAI untuk proses sintesis memori yang mengisi celah informasi secara otomatis. Alih-alih sekadar menyimpan mentah-mentah riwayat chat, sistem ini merangkum dan menyusun memori agar lebih terstruktur.
“Kami meluncurkan arsitektur memori yang jauh lebih mampu dan efisien secara komputasi, dibangun di atas dreaming,” jelas OpenAI. “Memori yang disintesis bisa ditinjau melalui ringkasan yang ditampilkan di halaman ringkasan memori. Dari sana, Anda bisa melihat apa yang ChatGPT ketahui tentang Anda, menambah atau memperbarui informasi, serta memberikan instruksi tentang topik apa yang harus dimunculkan dan kapan.”
Pengguna bisa langsung mengecek dan mengedit ringkasan memori kapan saja. Jika ingin mendalami area tertentu, cukup tanyakan langsung ke model.
Kapasitas Bertambah, Pengguna AS Jadi yang Pertama
Selain memperluas akses, OpenAI juga menggandakan kapasitas penyimpanan memori untuk pelanggan Plus dan Pro. Pengguna di Amerika Serikat akan menjadi yang pertama merasakan sistem memori yang ditingkatkan ini mulai hari ini. Belum ada informasi spesifik kapan fitur ini menjangkau pengguna global, termasuk Indonesia.
Langkah ini menandai pergeseran strategi OpenAI: dari layanan premium eksklusif menuju akses yang lebih inklusif, tanpa mengorbankan kecanggihan. Bagi pengguna setia ChatGPT, ini berarti interaksi yang terasa lebih personal dan kontekstual—tanpa perlu merogoh kocek.