MAKASSAR — Proses pemulangan jemaah haji Embarkasi Makassar tahun 2026 resmi dimulai dengan kedatangan Kloter 1 dan Kloter 2. Kloter 1 yang didominasi jemaah asal Kabupaten Soppeng tiba Senin malam, disusul Kloter 2 asal Sidrap pada Selasa pagi. Total 782 jemaah dan petugas telah kembali ke Tanah Air dalam kondisi selamat.
16 Jemaah Wafat, Satu Masih Dirawat di Arab Saudi
Ketua PPIH Embarkasi-Debarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Namun, ia mencatat sejumlah kabar duka. Hingga pemulangan Kloter 1, tercatat 16 jemaah wafat di Tanah Suci.
Rinciannya, 11 jemaah berasal dari Sulawesi Selatan, satu dari Sulawesi Barat, dua dari Sulawesi Tenggara, satu dari Maluku Utara, dan satu dari Maluku. Dari Kloter 2, satu jemaah atas nama Ijuma H. Lompeng wafat pada 30 Mei 2026. Satu jemaah lainnya, Lanti Latief Abdullah, masih menjalani perawatan di Arab Saudi.
Bupati Sidrap Jemput Langsung di Pesawat
Kedatangan Kloter 2 menjadi momen istimewa. Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, secara langsung menjemput jemaah hingga ke area pesawat. Ia menepati janji yang diucapkan saat melepas keberangkatan beberapa waktu lalu.
"Alhamdulillah saya bisa menjemput langsung di pesawat. Ada yang mengira saya petugas bandara," ujarnya disambut tawa jemaah yang tiba pukul 06.50 WITA.
Syaharuddin menilai tahun ini spesial karena Kabupaten Sidrap untuk pertama kalinya memberangkatkan dua kelompok terbang. "Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tambahan kuota ini tidak lepas dari koordinasi baik antara pemerintah daerah dengan Kementerian Haji dan Umrah," katanya.
Pesan Haji Mabrur: Bukan Sekadar Gelar
Di sela penyambutan, para pejabat mengingatkan esensi ibadah haji. Asisten I Pemprov Sulsel, H. Muh. Ishaq Iskandar, menegaskan bahwa predikat haji bukan sekadar gelar, melainkan amanah moral. "Haji mabrur adalah haji yang mampu menghadirkan kepedulian sosial dan akhlak mulia di tengah kehidupan bermasyarakat," katanya.
Sekretaris PPIH Debarkasi Makassar, H. Asa Afif, mengajak jemaah merefleksikan perubahan perilaku. "Kalau sebelum berangkat ibadahnya biasa-biasa saja, setelah pulang haji semoga menjadi lebih baik. Yang biasanya mudah marah, semoga menjadi lebih sabar," pesannya.
Kloter 1 dan 2: Jemaah Termuda 19 Tahun, Tertua 85 Tahun
Kloter 1 terdiri atas 391 orang, terdiri dari 384 jemaah asal Kabupaten Soppeng, satu asal Kota Makassar, dan enam petugas. Jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan, berusia 19 tahun, dan tertua, Halika Palecceng, berusia 85 tahun. Jumlah jemaah lanjut usia mencapai 82 orang.
Kloter 2 memberangkatkan 393 jemaah asal Sidrap, dan 391 di antaranya pulang. Seluruh jemaah yang tiba dinyatakan dalam kondisi sehat. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, berharap para jemaah dapat menjadi panutan dan membawa nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
Secara keseluruhan, Embarkasi Makassar semula merencanakan memberangkatkan 16.728 jemaah dan petugas. Namun, 22 calon jemaah belum dapat diberangkatkan karena berbagai alasan: 14 orang sakit, empat hamil, satu wafat, dan tiga menunda keberangkatan. PPIH Debarkasi Makassar terus bersiaga menyambut kedatangan kloter-kloter berikutnya.