GOWA — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mendorong warga untuk menerjemahkan nilai-nilai Idul Adha ke dalam aksi nyata di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa semangat berkurban tidak boleh berhenti pada pelaksanaan ibadah tahunan, melainkan harus menjadi landasan dalam membangun daerah.
"Idul Adha mengajarkan kita bahwa pembangunan daerah membutuhkan keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai kurban harus hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu," ujar bupati di Gowa, Sulawesi Selatan, Rabu.
Pembangunan Tak Bisa Jalan Sendiri
Menurut Husniah, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari proyek fisik yang rampung. Lebih dari itu, warga harus merasakan dampak langsung berupa rasa aman, keadilan, dan kesejahteraan yang merata hingga ke pelosok desa.
"Masyarakat hari ini membutuhkan keteladanan, kesejukan, dan persaudaraan. Karena itu mari kita menjaga persatuan antar-sesama," katanya.
Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjut dia, terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Namun, ia mengingatkan bahwa membangun Gowa bukan semata tugas birokrasi.
“Membangun Gowa bukan hanya tugas pemerintah. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar daerah ini semakin maju, damai, dan penuh keberkahan,” kata bupati.
Kepedulian Sosial sebagai Fondasi
Dalam kesempatan itu, Husniah juga mengajak warganya untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong. Semangat saling bantu ini, menurutnya, adalah modal sosial yang paling kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Shalat Idul Adha kali ini diimami oleh Muhammad Syahrul Habib. Adapun khatib, KH Ambo Asse, dalam khutbahnya mengingatkan jemaah untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Ia menekankan bahwa pengorbanan sejati lahir dari keimanan dan ketulusan hati.
“Idul Adha mengajarkan bahwa pengorbanan sejati lahir dari keimanan dan ketulusan hati. Semangat itu harus diwujudkan dalam kepedulian sosial, menjaga persaudaraan, dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” ungkap Ambo.
Hadirkan Perubahan dari Lingkungan Terkecil
Pelaksanaan shalat berlangsung khidmat. Selain dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, tampak pula perwakilan forkopimda dan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Gowa.
Bupati berharap, pesan Idul Adha tahun ini bisa menjadi momentum bagi setiap warga untuk memulai perubahan dari lingkungan terkecil. Bukan sekadar menyembelih hewan kurban, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama.