MAKASSAR — Mengendarai sepeda motor di jalur off-road menuntut kemampuan mengendalikan kendaraan yang lebih kompleks dibandingkan berkendara di jalan raya. Postur tubuh, teknik pengereman, dan pemahaman karakter lintasan menjadi tiga hal yang paling sering luput diperhatikan pengendara baru.
Wanny Dewa menyoroti kebiasaan pengendara yang langsung tancap gas tanpa mengenali kontur medan yang akan dilalui. Menurutnya, keterampilan berkendara off-road harus diasah lebih dulu sebelum masuk ke lintasan sebenarnya.
"Kesalahan paling umum adalah tidak mengetahui medan dan tidak mengasah skill. Artinya, pengendara harus mau belajar terlebih dahulu bagaimana teknik berkendara off-road yang benar," jelas Wanny dalam keterangannya.
Salah satu pembeda utama berkendara off-road terletak pada posisi tubuh. Pada kondisi tertentu, pengendara lebih banyak berdiri di atas pijakan kaki ketimbang terus duduk di sadel.
Posisi berdiri memungkinkan tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan permukaan lintasan. Cara ini juga memanfaatkan kerja suspensi sepeda motor saat melewati medan yang tidak rata.
Teknik pengereman menjadi perhatian penting berikutnya. Wanny mengingatkan pengendara agar memahami fungsi rem depan dan belakang sesuai kondisi lintasan yang dilalui.
Selain rem, distribusi berat badan ikut menentukan kestabilan kendaraan. Saat menghadapi tanjakan, posisi tubuh sebaiknya lebih condong ke depan untuk menjaga keseimbangan.
Sebaliknya, ketika melewati turunan, posisi tubuh perlu digeser ke belakang. Tujuannya agar distribusi beban tetap terjaga dan motor tidak kehilangan kendali.
Jalur off-road di Sulawesi Selatan kerap menyajikan kombinasi medan berlumpur, berbatu, dan berpasir dalam satu lintasan. Kondisi berganti-ganti ini menuntut pengendara membaca situasi dengan cepat.
Pengendara pemula yang belum terbiasa biasanya bereaksi terlambat saat permukaan lintasan berubah. Dampaknya, risiko terjatuh atau kehilangan traksi meningkat, terutama di lintasan licin usai hujan.
Latihan teknik dasar disebut menjadi kunci sebelum pengendara memutuskan ikut komunitas atau event off-road. Tanpa bekal itu, pengendara berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain di lintasan.