MAROS — Kunjungan kerja perdana Awal ke Polres Maros juga diisi pertemuan dengan masyarakat dan kepala daerah setempat. Kapolda yang merupakan putra daerah kelahiran Makassar itu menilai penindakan hukum saja tidak cukup menyelesaikan persoalan kriminalitas di wilayah penyangga Kota Makassar tersebut.
Berdasarkan data yang dipelajarinya, wilayah dengan angka kejahatan tertinggi di Sulawesi Selatan masih didominasi Kota Makassar, disusul Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros. Peringkat berikutnya ditempati wilayah hukum Polres Pelabuhan dan Kabupaten Bone.
"Pertama itu Makassar pastinya, terus Gowa dan Maros, serta di Polres Pelabuhan," ungkap Awal, Rabu (4/11/2026).
Awal menyoroti maraknya kenakalan remaja, peredaran narkoba, minuman keras, hingga aksi berandal motor yang melibatkan anak-anak berusia 13 hingga 17 tahun. Sebagian aksi kejahatan dan kelompok jalanan di Maros melibatkan anak usia sekolah.
Ia meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari. Kapolda juga mendorong Pemkab Maros memperketat regulasi peredaran minuman keras untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kalau perlu Pak Bupati bikin aturan anak di bawah umur itu tidak diperkenankan berkeliaran di luar rumah di jam tertentu pada malam hari," lanjutnya.
Bupati Maros AS Chaidir Syam mengakui posisi strategis Maros sebagai daerah penyangga Kota Makassar menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Menurutnya, sebagian pelaku aksi geng motor yang ditemukan di Maros berasal dari Makassar.
"Iya karena memang kasus-kasus seperti geng motor ini kita bisa lihat itu mereka kebanyakan datang dari Makassar," sebut Chaidir.
Chaidir mengapresiasi jajaran Polres Maros yang rutin menggelar operasi untuk menjaga keamanan wilayah, terutama pada malam akhir pekan yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.
Awal menilai upaya pencegahan harus dibarengi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembukaan kesempatan kerja bagi warga setempat. Ia meminta sektor industri dan pemangku kepentingan di Maros, termasuk pengelola bandara, memberi perhatian terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
"Stakeholder bandara juga punya kesempatan memberikan pekerjaan bagi masyarakat di Kabupaten Maros, ya harus diprioritaskan," tegasnya.
Kunjungan perdana Kapolda ke Polres Maros menjadi sinyal bahwa persoalan kriminalitas di wilayah penyangga Makassar akan ditangani lewat kombinasi penindakan, pengawasan anak, dan pembukaan lapangan kerja lokal.