MAKASSAR — Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menilai berkendara di tengah hujan menuntut persiapan dan perhatian ekstra. Selain memastikan sepeda motor dalam kondisi prima, pengendara perlu memakai perlengkapan yang sesuai dan menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi jalan.
Permukaan aspal yang basah mengurangi daya cengkeram ban. Genangan air juga bisa menyembunyikan lubang atau kerusakan jalan yang tidak terlihat pengendara.
Habib menyebut keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap perjalanan, termasuk saat menghadapi perubahan kondisi cuaca. Menurut dia, risiko di jalan meningkat karena permukaan jalan dan jarak pandang berubah.
“Saat musim hujan, risiko di jalan bisa meningkat karena kondisi permukaan jalan dan jarak pandang yang berubah. Karena itu, penggunaan perlengkapan berkendara harus tetap diperhatikan,” kata Habib.
Ia menambahkan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu membantu melindungi tubuh apabila terjadi benturan atau insiden. Pengendara diminta tidak mengorbankan keselamatan demi kepraktisan.
Langkah pertama yang ditekankan Asmo Sulsel adalah memeriksa kondisi sepeda motor. Tekanan angin ban harus sesuai rekomendasi dan alurnya masih layak dipakai.
Fungsi rem, lampu utama, lampu sein, dan lampu rem juga perlu dipastikan bekerja normal. Komponen tersebut berperan menjaga kendali kendaraan sekaligus membuat pengendara tetap terlihat oleh pengguna jalan lain saat jarak pandang menyusut.
Asmo Sulsel menyarankan pengendara menurunkan kecepatan dan menghindari pengereman maupun perubahan arah secara mendadak di jalan basah. Jarak dengan kendaraan di depan perlu diperlebar agar tersedia ruang cukup saat harus mengerem atau mengantisipasi situasi darurat.
Pengendara juga diminta menghindari genangan yang kedalamannya tidak diketahui. Selain berisiko membuat motor kehilangan kendali, genangan dapat menutupi lubang di permukaan jalan.
Kewaspadaan tambahan diperlukan saat melewati marka jalan, permukaan berpasir, dan penutup saluran air. Ketiganya menjadi lebih licin ketika basah dan berpotensi mengganggu keseimbangan kendaraan.
Perlengkapan berkendara menjadi bagian penting dari perlindungan diri. Pengendara wajib memakai helm berstandar SNI dengan tali pengikat terpasang benar, jaket, sarung tangan, celana panjang, serta sepatu yang menutupi kaki.
Saat hujan, Asmo Sulsel menyarankan jas hujan model setelan berupa jaket dan celana. Jas hujan ponco dihindari karena bagian yang menjuntai berisiko tersangkut pada komponen sepeda motor atau kendaraan lain.
Pengendara diingatkan tidak memaksakan perjalanan ketika hujan turun sangat deras atau jarak pandang terganggu. Jika kondisi tidak memungkinkan, sebaiknya menepi dan berhenti di tempat yang aman.
Hindari berhenti di bawah pohon, dekat papan reklame, atau lokasi lain yang berpotensi membahayakan. Perjalanan dapat dilanjutkan setelah cuaca dan jarak pandang kembali memungkinkan.
Melalui edukasi tersebut, Asmo Sulsel mengajak seluruh pengguna sepeda motor lebih peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.