MAKASSAR — Kick off Graha Hijau Hitam menjadi penanda masuknya KAHMI ke usia enam dekade. Gagasan pembangunan gedung dirintis lewat pemikiran dan rekomendasi kepengurusan KAHMI sebelumnya, lalu dilanjutkan pengurus Majelis Wilayah Sulawesi Selatan.
Dalam laporan panitia, Sekretaris Umum MW KAHMI Sulsel Dr. Hidayah Muhallim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan dukungan berbagai elemen untuk mewujudkan pembangunan Graha Hijau Hitam.
Ketua Umum HMI Badan Koordinasi Sulawesi Selatan Asrullah Dimas berharap gedung itu tidak berhenti sebagai bangunan fisik. Menurutnya, Graha Hijau Hitam perlu berfungsi sebagai ruang pengembangan gagasan dan penyiapan keberlanjutan perjuangan organisasi.
"Graha Hijau Hitam harus menjadi lebih dari sekadar bangunan fisik. Kami berharap tempat ini menjadi laboratorium pergerakan, ruang untuk mengembangkan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan menyiapkan keberlanjutan perjuangan HMI dan KAHMI bagi generasi mendatang," katanya saat memberi sambutan.
Harapan itu menempatkan pembangunan graha sebagai investasi jangka panjang bagi gerakan hijau hitam. Tempat tersebut diharapkan mempertemukan gagasan, pengalaman, dan energi antargenerasi untuk menjawab tantangan zaman.
Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel Ir. Fadriaty AS menyampaikan terima kasih kepada jajaran Majelis Daerah dan keluarga besar Hijau Hitam. Dukungan itu disebutnya sebagai kekuatan penting untuk mewujudkan graha sebagai rumah bersama HMI dan KAHMI.
"Kami hanya berusaha memfasilitasi launching atau kick off ini dengan ikhtiar semaksimal mungkin melalui kerja-kerja panitia yang luar biasa. Semoga ke depan gedung ini bisa segera terbangun seperti yang kita rencanakan," tambah Fadriaty.
Dukungan berbagai elemen menjadi modal untuk merealisasikan gagasan yang telah dirintis sejak kepengurusan sebelumnya. Namun keberhasilan pembangunan graha juga akan ditentukan sejauh mana fasilitas itu dimanfaatkan untuk kegiatan organisasi, pengembangan kader, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI Syamsul Qomar menilai Milad ke-60 sebagai kesempatan memperkuat kebersamaan dan menjaga nilai-nilai perjuangan organisasi. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kontribusi KAHMI tetap relevan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
"Sejauh ini, perayaan Milad KAHMI yang dilaksanakan KAHMI Sulsel malam ini, adalah yang paling megah dan spektakuler dari seluruh Majelis Wilayah di Indonesia. Keren!" ujarnya mengapresiasi.
Ratusan warga KAHMI dan HMI meramaikan acara tersebut. Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir, di antaranya perwakilan Menteri Pertanian RI, perwakilan Menteri ESDM RI, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, dan unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.
Turut hadir Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama suami, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Ketua KPU dan Bawaslu Sulawesi Selatan, jajaran pengurus Majelis Daerah KAHMI se-Sulawesi Selatan, serta Ketua Forum Alumni HMI-Wati Sulawesi Selatan.
Kehadiran berbagai unsur itu memperkuat makna kegiatan sebagai ajang silaturahmi sekaligus momentum konsolidasi keluarga besar HMI dan KAHMI. Jejaring alumni diharapkan menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.