SULAWESI SELATAN — Kenaikan pendapatan itu turut mendorong laba bruto MPXL melesat 96,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Manajemen menyebut perbaikan kinerja ini tidak lepas dari strategi efisiensi yang dijalankan sejak awal tahun.
Direktur Pemasaran dan Operasional MPXL, Sunyoto Bambangkusumo, menjelaskan perseroan kini lebih selektif dalam memilih rute pengangkutan. Fokus diarahkan ke jalur-jalur yang memberikan margin lebih sehat ketimbang mengejar volume semata.
"Di tahun 2026 ini, kami memperkuat dan mengoptimalisasi rute-rute yang sudah ada serta fokus pada rute yang lebih menguntungkan. Langkah efisiensi operasional dan optimalisasi beban biaya suku cadang menjadi pendorong utama lonjakan laba bersih perseroan," ujar Sunyoto dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Adapun kinerja negatif pada semester I-2025 disebabkan ekspansi besar-besaran di Kalimantan untuk mendukung proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Investasi masif tersebut belum terealisasi sesuai ekspektasi karena pertumbuhan belanja modal pemerintah tidak secepat perkiraan.
Akibatnya, MPXL sempat menanggung beban operasional tinggi tanpa diimbangi pendapatan yang memadai dari wilayah tersebut. Kini perseroan memilih pendekatan lebih konservatif dengan mengoptimalkan aset dan rute yang sudah beroperasi.
Perubahan haluan strategi MPXL dari ekspansi agresif ke efisiensi mencerminkan adaptasi terhadap realitas belanja pemerintah yang belum pulih. Bagi pemegang saham, perbaikan margin dan laba bersih menjadi sinyal awal pemulihan fundamental setelah periode penuh tekanan.
Kendati demikian, keberlanjutan kinerja positif ini masih bergantung pada kemampuan perseroan menjaga disiplin biaya di tengah potensi fluktuasi volume angkutan logistik. Investor perlu mencermati perkembangan belanja modal pemerintah di kuartal-kuartal berikutnya, terutama yang berkaitan dengan proyek strategis nasional.
Investasi mengandung risiko.