Bandung Zoo Siaga Abu Vulkanik Anak Krakatau, Satwa Masuk Kandang Isolasi

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 07 September 2026 | 13:22:31 WIB
Petugas Bandung Zoo memantau kondisi kandang satwa sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

SULAWESI SELATAN — Bandung Zoo bersiap menerapkan protokol darurat menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi memasuki wilayah Jawa Barat pada Senin (7/9). Langkah utama yang disiapkan adalah mengisolasi satwa ke kandang tertutup serta memasang tirai penahan abu di kandang yang tidak memiliki ruang khusus.

Rohmat, pengurus Bandung Zoo, mengatakan satwa yang biasanya dipindahkan ke kandang peragaan akan tetap berada di kandang malam atau holding area selama periode tanggap darurat ini. Proses pemberian pakan dan minum juga dialihkan ke area tersebut untuk meminimalkan kontak langsung dengan udara terbuka.

Burung Jadi Prioritas Perlindungan

Jenis satwa yang paling rentan terdampak, seperti burung, mendapat perhatian khusus. Jika konsentrasi abu vulkanik di udara sudah melewati batas aman, manajemen akan menutup kandang burung menggunakan tirai atau plastik.

"Kalau untuk jenis-jenis burung, mungkin kalau abu vulkaniknya sudah melewati ambang batas kita gitu ya, mungkin akan kita tutup dengan berbagai upaya, bisa pakai tirai atau mungkin plastik," ujar Rohmat saat dihubungi pada Senin (7/9).

Pohon Masih Jadi Penyaring Alami

Hingga saat ini, kondisi satwa di Bandung Zoo dinilai masih aman dari paparan abu vulkanik. Kerapatan pepohonan di kawasan kebun binatang disebut efektif menjadi penyaring alami partikel abu yang beterbangan.

"Sampai saat ini untuk Bandung Zoo tuh belum begitu kerasa ya terkait paparan dari abu vulkanik. Karena di Bandung Zoo tuh banyak pepohonan, mungkin masih banyak tersaring sama pepohonan," kata Rohmat.

Penyemprotan kandang dan area kebun binatang baru akan dilakukan apabila kondisi sudah menunjukkan akumulasi abu yang signifikan. Saat ini, pengawasan ketat dilakukan petugas keamanan di sejumlah kandang sebagai langkah antisipasi awal.

Sebaran Abu Terpantau ke Dua Ketinggian

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam terdeteksi di dua lapisan ketinggian dengan arah berbeda pada Senin pagi.

Sebaran lapisan rendah pada ketinggian 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer bergerak ke arah tenggara hingga barat laut. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi sebagian Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan sekitarnya. Pada ketinggian ini, abu vulkanik berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang masyarakat.

Sementara itu, sebaran lapisan tinggi pada ketinggian 50.000 kaki atau 15,24 kilometer bergerak ke arah barat daya hingga barat, melintasi Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten. BMKG mengingatkan lapisan ini berada pada jalur lintasan pesawat udara sehingga berisiko mengganggu penerbangan.

BMKG memperkirakan sebaran abu vulkanik pada Senin pagi akan semakin meluas ke arah barat. Bandung Zoo memastikan penerapan mitigasi dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pantauan langsung petugas di lapangan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top