Kemarau panjang yang memicu kekeringan dan terbatasnya pasokan air bersih di Sulawesi Selatan mendorong Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Shalat Istisqa bersama ribuan peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel (KPMP) di Bumi Perkemahan Yasin Limpo Cadika, Gowa, Kamis (3/9). Shalat minta hujan yang dipimpin Penyuluh Agama Islam Kemenag Gowa, Solihin, itu dirangkaikan dengan doa yang dipanjatkan Ketua MUI Gowa, KH Abubakar Pakka.
GOWA — Kemarau panjang yang memicu kekeringan dan terbatasnya pasokan air bersih di Sulawesi Selatan mendorong Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Shalat Istisqa bersama ribuan peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel (KPMP) di Bumi Perkemahan Yasin Limpo Cadika, Gowa, Kamis (3/9). Shalat minta hujan yang dipimpin Penyuluh Agama Islam Kemenag Gowa, Solihin, itu dirangkaikan dengan doa yang dipanjatkan Ketua MUI Gowa, KH Abubakar Pakka.
Pelaksanaan shalat di tengah kemah pramuka bukan sekadar seremoni. Ribuan peserta hadir memadati lapangan terbuka untuk memohon turunnya hujan, sekaligus menegaskan kesadaran bersama menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.
Dalam doanya, KH Abubakar Pakka yang pernah menjabat Kepala Kantor Kemenag Gowa memohon agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi warga Gowa hingga ke seluruh Sulawesi Selatan.
“Semoga hujan yang diturunkan menjadi rahmat dan kebahagiaan bagi kita semua, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan ibadah kepada-Mu serta memenuhi kebutuhan hidup,” pinta Ketua MUI Gowa itu.
Permohonan itu dipertegas dengan harapan agar hujan yang turun menjadi sumber kehidupan, menyuburkan tanah, memenuhi kebutuhan air masyarakat, serta memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas dan ibadah sehari-hari.
Shalat Istisqa pada momentum kegiatan besar ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Agama RI. Kepala Kantor Kemenag Gowa, H. Jamaris, menyampaikan bahwa jajaran Kemenag tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diminta mengambil inisiatif melaksanakan shalat minta hujan pada kegiatan yang digelar di masing-masing daerah.
“Hari ini kita semua bisa hadir di tempat lapang ini, dalam rangka melakukan salah satu ikhtiar yang juga diinstruksikan oleh Bapak Menag RI, agar seluruh jajaran Kementerian Agama tingkat provinsi dan tingkat kabupaten untuk mengambil inisiatif melaksanakan Salat Istisqa, salat minta hujan,” ujar Jamaris.
Menurut Jamaris, pelaksanaan shalat di sela-sela kemah menjadi momentum untuk memanjatkan doa dan memohon keberkahan. Menyandingkan ritual spiritual dengan kegiatan kepramukaan dinilai memperkuat makna gotong royong, tidak hanya untuk urusan duniawi tetapi juga dalam mencari solusi atas persoalan lingkungan.
Shalat Istisqa menjadi bagian dari rangkaian KPMP Sulsel Tahun 2026 yang mempertemukan peserta pramuka madrasah dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Selain pramuka, hadir pula pejabat Kanwil Kemenag Sulsel, Ketua Baznas, serta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Gowa.
Mereka berharap kehadiran para peserta dari daerah-daerah terdampak kekeringan dapat membawa keberkahan hingga kembali ke kampung halaman masing-masing. Doa bersama itu juga menjadi bentuk kewaspadaan dini agar masyarakat tetap sigap menghadapi dampak musim kemarau yang diprediksi masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.