SULAWESI SELATAN — Artikel ini adalah pengenalan awal berdasarkan spesifikasi resmi pabrikan, belum melalui uji mengemudi langsung. Seluruh klaim mulai radius putar hingga waktu pengisian daya masih menunggu pembuktian ketika unit tersedia di pasar Indonesia.
Dimensi Xpeng New X9 Facelift memang jumbo: panjang 5.316 mm, lebar 1.988 mm, tinggi 1.785 mm, dan jarak sumbu roda 3.160 mm. Ukuran itu menempatkannya di kelas MPV premium, jauh di atas Toyota Alphard yang panjangnya sekitar 4,9 meter.
Namun Xpeng tidak membiarkan panjang bodi menjadi hambatan. Seluruh varian X9 menggunakan Active Rear-Wheel Steering yang membuat roda belakang membelok hingga ±5 derajat berlawanan arah dengan roda depan saat kecepatan rendah. Sistem ini memangkas sudut putar kemudi hingga 42 derajat, sehingga radius putar minimumnya tercatat 5,4 meter — angka yang biasanya dimiliki mobil kompak perkotaan, bukan kendaraan sepanjang 5,3 meter.
Bagi pengguna perkotaan, fitur ini menjadi pembeda nyata saat harus keluar-masuk gang sempit atau melakukan putar balik di area parkir basement yang sesak.
Xpeng membekali seluruh varian New X9 dengan Intelligent Dual-Chamber Air Suspension. Sistem suspensi udara dua ruang ini dirancang menyesuaikan karakter peredaman secara otomatis ketika melintasi permukaan tidak rata, termasuk speed bump.
Pendekatan tersebut menjaga bodi tetap terkendali dan menekan guncangan yang sampai ke baris kedua maupun ketiga. Untuk MPV keluarga dengan bobot besar, karakter ini berkontribusi besar pada kenyamanan perjalanan jauh.
Xpeng New X9 memakai motor listrik PMSM di roda depan dengan tenaga 235 kW setara 315 HP serta torsi puncak 450 Nm. Kecepatan maksimumnya 200 km/jam. Akselerasi 0-100 km/jam membutuhkan waktu 7,75 detik untuk varian Long Range Pro/Pro+ yang memakai baterai NCM 110 kWh, dan 8,2 detik pada Standard Range Pro dengan baterai LFP 94,8 kWh.
Arsitektur kelistrikan 800V berbasis Silicon Carbide menjadi daya tarik utama. Xpeng mengklaim proses pengisian DC dari 10% hingga 80% hanya butuh 12 menit, dengan daya pengisian maksimal 537 kW pada Standard Range dan 542 kW pada Long Range. Teknologi baterai 5C ini menjawab salah satu kekhawatiran terbesar pengguna EV: antre panjang di stasiun pengisian saat perjalanan antarkota.
Namun perlu dicatat, klaim 12 menit hanya berlaku jika tersedia SPKLU DC berkapasitas sangat tinggi. Infrastruktur 500 kW ke atas masih langka di Indonesia, dan kondisi ini akan membatasi keunggulan tersebut dalam pemakaian harian.
Untuk pengisian AC 11 kW, Standard Range Pro membutuhkan sekitar 9,5 jam, sedangkan Long Range sekitar 11 jam. Jarak tempuh diklaim mencapai 715 km (NEDC) untuk Long Range dan 620 km untuk Standard Range Pro. Standar NEDC cenderung optimistis dibanding pengujian WLTP yang lebih dekat dengan kondisi riil, jadi angka aktual di jalan Indonesia dipastikan lebih rendah.
Area kabin Xpeng New X9 membentang seluas 7,7 meter persegi. Kapasitas bagasi dimulai dari 721 liter dan membengkak hingga 2.554 liter saat kursi baris ketiga dilipat rata memakai mekanisme one-click electric magic storage.
Varian Standard Range Pro dan Long Range Pro mendapatkan Zero-Gravity Sofa Seats di baris kedua dengan pengaturan 14 arah, dukungan lumbar, penyangga kaki empat arah, serta fungsi pemanas. Fitur ini menempatkan kursi tengah pada level kenyamanan kelas eksekutif, lengkap dengan ruang kaki yang lega berkat wheelbase 3.160 mm.
Xpeng belum mengumumkan harga resmi maupun rencana kehadiran New X9 di Indonesia. Saat artikel ini disusun, informasi yang tersedia masih sebatas data pabrikan untuk pasar global.
Beberapa hal juga perlu diverifikasi lebih lanjut. Efektivitas radius putar 5,4 meter baru bisa dipastikan setelah diuji di jalan sesungguhnya. Perilaku suspensi udara di atas