Polda Sulsel Imbau Orang Tua di Makassar Jauhkan Anak dari Aksi Berisiko, Kabid Humas Tekankan Peran Keluarga

Penulis: Chandra Kusuma  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:31:01 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan imbauan kepada orang tua di Makassar dalam konferensi pers.

MAKASSAR — Polda Sulsel meminta para orang tua aktif membangun komunikasi dengan anak-anaknya, terutama untuk memastikan mereka tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Imbauan ini dinilai penting sebagai langkah preventif menjaga keselamatan generasi muda di tengah dinamika penyampaian pendapat di muka umum.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan, peran orang tua sangat krusial dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko yang mengintai jika ikut serta dalam aksi yang berpotensi ricuh. Anak-anak perlu diedukasi agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat membahayakan masa depan mereka.

Orang Tua Diminta Pahami Risiko Aksi yang Berpotensi Ricuh

Menurut Didik, pengawasan orang tua tidak hanya sebatas mengetahui keberadaan anak, tetapi juga memahami situasi terkini di lapangan. Ketika ada informasi mengenai rencana aksi di suatu wilayah, orang tua diharapkan sigap mengarahkan anak untuk menjauh dari lokasi tersebut.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Didik dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Edukasi dan Komunikasi Kunci Utama Lindungi Anak

Polda Sulsel menekankan bahwa edukasi merupakan benteng utama bagi anak. Dengan pemahaman yang baik, anak diharapkan mampu menimbang mana kegiatan yang aman dan mana yang berisiko tinggi.

“Para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami risiko serta mengutamakan kepentingan masa depan dan keselamatan mereka,” ujarnya.

Didik menambahkan, penyampaian pendapat di muka umum adalah hak yang dilindungi undang-undang. Namun, anak-anak tetap memerlukan pendampingan agar tidak terseret dalam situasi yang tidak diinginkan.

Membangun Komunikasi Terbuka dengan Anak

Pihaknya juga mengajak orang tua untuk mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan anak sehari-hari. Komunikasi terbuka dinilai mampu menjadi filter awal agar anak tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya. Berikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan,” tuturnya.

Melalui imbauan ini, Polda Sulsel berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Sinergi antara keluarga dan aparat menjadi kunci untuk mencegah anak terlibat dalam aksi yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depannya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: mediasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top