Lukisan Tangan 40.000 Tahun di Leang-Leang Maros Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi Keluarga, Tiket Masuk Rp 15.000

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:08:01 WIB
Siluet telapak tangan merah tua tampak jelas menghiasi dinding gua di Taman Prasejarah Leang-Leang, Maros.

MAROS — Siluet telapak tangan berwarna merah tua masih tampak jelas menghiasi dinding gua di Taman Prasejarah Leang-Leang. Lukisan yang dibuat manusia purba dengan meniupkan pewarna alami ke telapak tangan ini menjadi bukti peradaban tertua di dunia yang kini bisa disaksikan langsung oleh wisatawan.

Berbeda dengan museum pada umumnya, kawasan ini menyajikan pengalaman belajar yang lebih hidup. Pengunjung tidak hanya melihat artefak dan fosil di dalam kotak kaca, tetapi juga menyusuri gua-gua karst megah yang menjadi saksi bisu kehidupan ribuan tahun lalu.

Perpaduan Wisata Alam dan Sejarah yang Langka

Keunikan Leang-Leang terletak pada ekosistem karst Maros-Pangkep yang telah diakui UNESCO sebagai Global Geopark. Kawasan ini menjadi salah satu situs prasejarah terpenting di Indonesia karena konsentrasi lukisan purbanya yang tinggi.

Bagi pengunjung yang datang dari Makassar, akses menuju lokasi terbilang mudah. Dari Taman Nasional Bantimurung, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit atau 9 kilometer menuju Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung.

Harga Tiket dan Fasilitas Pemandu Wisata

Untuk menikmati seluruh kawasan taman prasejarah ini, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 15.000 per orang. Harga tersebut sudah termasuk pendampingan pemandu yang siap menjelaskan sejarah setiap lukisan dan artefak yang ditemukan di lokasi.

Mirna, pengunjung asal Makassar, mengaku kagum dengan pengalaman yang didapatkannya saat berkunjung bersama teman-temannya, Rabu (5/8). Ia menilai tempat ini jarang ditemukan di daerah lain karena menggabungkan keindahan alam dengan nilai sejarah tinggi.

"Berkunjung bersama teman-teman dari Makassar ke Maros tidak rugi. Selain pemandangannya indah, kita juga bisa dapat edukasi tentang Leang-Leang ini," ujarnya.

"Terlebih ada pemandu yang dapat membantu untuk menjelaskan berbagai hal termasuk sejarah di Taman Prasejarah Leang-Leang," tambah Mirna.

Dukungan UNESCO dan Pengakuan Internasional

Taman Prasejarah Leang-Leang tidak hanya dikelola oleh pemerintah kabupaten, tetapi juga didukung penuh oleh UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep. Pada 27 hingga 31 Juli lalu, kawasan ini menjadi salah satu lokasi peninjauan tim asesor UNESCO dalam rangka revalidasi status geopark internasional.

Dua asesor, Soojae Lee asal Korea dan Xiaoping Qiu asal Cina, sempat meninjau langsung kondisi situs dan kesiapan fasilitas pendukung. Pengakuan internasional ini menjadi modal besar bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan karst Maros.

Cocok untuk Liburan Keluarga dan Pelajar

Mirna menambahkan, tempat wisata ini cocok dikunjungi oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Suasana gua yang sejuk dan pemandangan karst yang menjulang memberikan pengalaman berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di Sulawesi Selatan.

"Memang tempat wisata ini cocok untuk segala rentang usia. Anak-anak sampai orang dewasa bisa belajar tentang Taman Prasejarah Leang-Leang, bisa berfoto juga dan menghabiskan waktu bersama di sini," tuturnya.

Bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian akhir pekan, waktu terbaik berkunjung adalah hari kerja. Tiket masuk yang terjangkau menjadikan situs bersejarah ini sebagai alternatif wisata edukasi yang ramah kantong di tengah menjamurnya tempat wisata modern.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kabarmakassar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top