MAKASSAR — Langkah ini menjadikan Makassar sebagai daerah pertama dari lima wilayah yang ditunjuk pengurus pusat untuk memiliki sekretariat regional. Setelah Makassar, AKPI bakal meresmikan sekretariat serupa di Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan.
Pemilihan Makassar dinilai strategis karena kota ini menjadi pusat Pengadilan Niaga yang melayani perkara kepailitan dan PKPU untuk kawasan timur Indonesia. Aktivitas anggota yang tinggi di pengadilan tersebut mendorong perlunya tempat singgah sekaligus pusat koordinasi organisasi.
Sekretaris Jenderal AKPI, Resha Agriansyah, mengatakan keberadaan sekretariat ini bukan sekadar ruang administrasi. Ia menargetkan tempat ini menjadi pusat kegiatan anggota yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti persidangan maupun kegiatan organisasi.
“Wilayah Makassar mencakup seluruh Indonesia Timur, mulai Sulawesi, Maluku sampai Papua. Karena Pengadilan Niaga berada di Makassar, aktivitas anggota juga cukup tinggi sehingga dibutuhkan sekretariat sebagai pusat layanan dan koordinasi,” ujarnya.
Resha menambahkan, sekretariat ini diharapkan mampu menghidupkan agenda di tingkat wilayah, seperti seminar, forum diskusi, hingga kegiatan pengembangan kapasitas anggota.
“Sekretariat ini kami harapkan menjadi pusat kegiatan anggota di daerah. Ke depan wilayah harus semakin mandiri dengan program-program ilmiah maupun kegiatan organisasi yang tetap mendapat dukungan dari pengurus pusat,” katanya.
Peresmian ini juga menandai perubahan nomenklatur dari Koordinator Wilayah menjadi Pengurus Wilayah Indonesia Bagian Timur. Ketua Pengurus Wilayah Indonesia Bagian Timur AKPI, Sulaiman Syamsuddin, menyebut perubahan ini merupakan penguatan struktur organisasi yang mencakup seluruh kawasan timur Indonesia.
“Selama ini AKPI sudah lama berdiri, tetapi sekretariat wilayah baru pertama kali diresmikan dan Makassar menjadi yang pertama. Ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami di wilayah Indonesia Timur,” kata Sulaiman.
Ke depan, Sulaiman berharap Makassar tidak hanya menjadi pusat sekretariat organisasi, tetapi juga berkembang sebagai lokasi penyelenggaraan pendidikan profesi kurator bagi kawasan Indonesia Timur. Saat ini AKPI memiliki sekitar 1.800 anggota di seluruh Indonesia, dan hampir 100 di antaranya berada di wilayah timur meski sebagian besar masih berdomisili di Jakarta.