MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menargetkan pekerjaan fisik Rumah Sakit (RS) Regional Wilayah Utara di Kabupaten Luwu dimulai tahun ini. Proyek tersebut dijadwalkan tuntas dalam dua tahun, menyusul groundbreaking RS Regional Wilayah Selatan di Bontolempangan, Malino, Kabupaten Gowa pada Kamis (30/1/2026).
"Insyaallah tahun ini juga kita mulai pekerjaan fisiknya. Mohon doanya agar pembangunan berjalan lancar dan bisa selesai dalam dua tahun, yaitu pada 2027," kata Andi Sudirman usai groundbreaking di Malino.
Andi Sudirman menjelaskan pembangunan dua rumah sakit tersebut masuk dalam program multiyears 2026-2027. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp 500 miliar untuk merealisasikan dua proyek kesehatan tersebut.
RS Regional Wilayah Selatan sengaja dibangun di kawasan perbatasan Kabupaten Gowa, Bulukumba, dan Sinjai. Tujuannya agar masyarakat di wilayah selatan Sulawesi Selatan tidak lagi menempuh perjalanan jauh ke Makassar untuk mendapatkan layanan kesehatan rujukan.
"Selama ini banyak masyarakat yang harus dirujuk ke Makassar dengan kondisi medan yang sulit," ujarnya.
Setelah RS Regional Wilayah Utara di Luwu selesai, jaringan rumah sakit regional di Sulawesi Selatan akan mencakup empat wilayah layanan. Saat ini jaringan tersebut terdiri atas RS Regional Bosowasi yang telah beroperasi, RS Regional Wilayah Selatan di Bontolempangan, Gowa, serta RS Lakipadada di Tana Toraja yang telah ditingkatkan oleh Kementerian Kesehatan.
"Jadi nantinya akan ada empat wilayah layanan rumah sakit regional. Semoga semuanya bisa segera selesai dan segera diresmikan," kata Andi Sudirman.
Pengembangan jaringan rumah sakit regional bertujuan memperluas akses layanan kesehatan di berbagai daerah. Masyarakat diharapkan tidak lagi bergantung pada rumah sakit di Kota Makassar.
Di wilayah di luar Makassar, masyarakat masih mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan. Kondisi itu terutama terjadi saat menangani kasus stroke, perdarahan saat melahirkan, maupun keadaan darurat akibat kecelakaan.
"Penanganan pertama sering kali terlambat karena akses yang sulit," katanya.
Dengan beroperasinya empat RS regional, waktu tempuh pasien menuju fasilitas rujukan diharapkan jauh lebih singkat. Pemerintah provinsi menargetkan pemerataan layanan kesehatan dapat berjalan optimal di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.