Kemenag Sulsel Dorong Masjid di Bulukumba Jadi Pusat Donor Darah, Kebutuhan 400 Kantong per Bulan Baru Terpenuhi 40 Persen

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 23:07:01 WIB
Kebutuhan darah di Bulukumba yang mencapai 400 kantong per bulan baru terpenuhi 40 persen.

BULUKUMBA — Kebutuhan darah di Kabupaten Bulukumba mencapai sekitar 400 kantong per bulan, namun pemenuhannya baru sekitar 40 persen. Kondisi ini mendorong Kementerian Agama Sulawesi Selatan untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan donor darah rutin guna menutup defisit stok darah.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Rapat Evaluasi dan Konsolidasi Program Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Sulsel yang dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, Jumat (30/7/2026). Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh jajaran Kemenag Kabupaten Sinjai dan Kepulauan Selayar.

Masjid sebagai Solusi Defisit Stok Darah

Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Abd. Gaffar, membuka kegiatan dan menyampaikan sejumlah catatan evaluasi terhadap kinerja Bidang Urais. Ia menekankan pentingnya penguatan program kemasjidan yang selaras dengan kebijakan terbaru Menteri Agama.

"Pengelolaan masjid harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat melalui program-program yang lebih inovatif dan memberikan manfaat yang luas," kata Dr. Abd. Gaffar dalam arahannya.

Ketua Tim Kemasjidan Kanwil Kemenag Sulsel, Dr. H. Muhammad Yunus Muin, memaparkan dua program strategis yang dinilai belum banyak diterapkan masjid: penguatan ekonomi umat berbasis masjid dan program kesehatan masyarakat melalui masjid.

"Ekonomi umat dari masjid harus diadakan dan dikembangkan sebagai bagian dari penguatan fungsi sosial masjid," tegas H. Yunus.

Sudah Ada 4 Masjid Aktif Donor Darah

Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Bontobahari, Abd. Halim Amsur, menyambut baik program kesehatan berbasis masjid, khususnya donor darah. Ia mengutip data Bupati Bulukumba yang juga menjabat Ketua PMI setempat mengenai urgensi kebutuhan darah.

Menurut Halim, di Bulukumba telah terdapat beberapa masjid yang aktif menyelenggarakan donor darah bekerja sama dengan PMI. Di antaranya Masjid ICDT, Masjid Agung Bulukumba, Masjid Pejuang Subuh, serta Masjid Kapal Munzalan (Masjid Munzalan Mubarakan Bulukumba) yang melaksanakan kegiatan donor darah setiap dua bulan sekali.

"Masjid Kapal Munzalan telah melaksanakan kegiatan donor darah sebanyak 16 kali sejak pertama kali digelar pada 15 Agustus 2022," jelas Halim.

Replikasi ke Seluruh Kecamatan

Halim berharap program serupa dapat direplikasi oleh KUA atau penyuluh agama di setiap kecamatan melalui kolaborasi dengan PMI, pemerintah daerah, maupun lembaga terkait. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan jumlah pendonor dan memperkuat peran sosial masjid.

"Melalui KUA di setiap kecamatan, kita dapat membangun sinergi dengan PMI dan berbagai pihak untuk menyelenggarakan donor darah di masjid-masjid yang representatif. Silakan dikomunikasikan melalui pengurus PMI atau dapat pula diinformasikan ke saya," ujar Halim yang juga merupakan anggota PMI Kabupaten Bulukumba.

Selain donor darah, rapat evaluasi juga menyoroti capaian Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam (ELIPSKI). Sulawesi Selatan berhasil menempati peringkat keempat nasional di luar Pulau Jawa sebagai daerah dengan jumlah pembaca terbanyak. Dr. Abd. Gaffar berharap program tersebut terus disosialisasikan agar pemanfaatannya semakin meningkat.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: simpulindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top