BONE — Kolaborasi ini merupakan turunan dari Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Bone dan Universitas Hasanuddin yang diteken pada 20 Oktober 2025. Lewat LoA tersebut, Dinas SDABK Bone memberikan dukungan legalitas teknis dan supervisi administratif untuk program pengelolaan irigasi berkelanjutan yang diinisiasi mahasiswa.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, ST., M.Si., menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan tugas dinas dalam mengoptimalkan jaringan irigasi dan ketahanan air di sektor pertanian. Pihaknya berkomitmen mendampingi proses integrasi teknologi penghematan air serta penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
“Kami berharap program Mannennungeng dapat memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Bone, khususnya dalam hal efisiensi air dan peningkatan produktivitas,” ujar Kasdar dalam sambutannya.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menekankan bahwa penandatanganan ini bukan sekadar formalitas. “LoA ini adalah komitmen bersama untuk mewujudkan pertanian yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi petani di Bone,” katanya.
Menurut Aydil, keberhasilan ini menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan pertanian cerdas. Dinas SDABK Bone tidak hanya meneken dokumen, tetapi juga menyediakan pendampingan teknis dari petugas irigasi dan pembina P3A di lapangan.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengungkapkan bahwa kerja sama ini lahir dari komunikasi dan presentasi yang intensif. Pihaknya memaparkan hasil identifikasi lapangan, potensi efisiensi air, hingga rencana implementasi teknologi Uwai Tuo Mannennungeng.
“Alhamdulillah, Dinas SDABK Bone merespons positif dan melihat keselarasan program kami dengan agenda strategis mereka, termasuk program JIAT yang telah berjalan,” jelas Fadel.
Dosen pendamping, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. “Kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah adalah kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Adnan berharap LoA ini menjadi pondasi yang kuat untuk mendukung kemandirian petani dan keberlanjutan program pasca-pendampingan. Ke depan, kerja sama tersebut diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Bone.