GOWA — Proyek strategis yang akan berdiri di atas lahan seluas 21.000 meter persegi itu memiliki luas bangunan mencapai 9.907 meter persegi. Kapasitas awal rumah sakit ini adalah 100 tempat tidur.
Rumah sakit ini dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan kesehatan ibu dan anak, serta layanan spesialis dasar. Selain itu, tersedia ruang rawat inap, ICU/HCU, ruang operasi, ruang bersalin, dan berbagai fasilitas penunjang medis lainnya.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan pembangunan RS Regional merupakan bagian dari upaya pemerataan akses layanan kesehatan. Selama ini, warga di wilayah dataran tinggi dan perbatasan harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan rujukan.
“Kita ingin pembangunan kesehatan di Gowa bergerak dari sekadar menyediakan fasilitas menjadi upaya memastikan setiap warga memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan,” ujar Husniah dalam sambutannya.
Kehadiran rumah sakit ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas rujukan. Bupati menegaskan, proyek ini menempatkan Gowa sebagai simpul pelayanan kesehatan regional di Sulawesi Selatan.
“Rumah sakit ini adalah bagian dari komitmen kita untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan jarak dan waktu ketika membutuhkan rujukan,” katanya.
RS Regional Malino akan memperkuat sistem kesehatan di wilayah selatan Sulsel. Dengan adanya fasilitas ini, warga dari Kabupaten Sinjai dan Bulukumba juga memiliki pilihan rujukan yang lebih dekat tanpa harus ke Makassar.
Proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan sektor kesehatan. Masyarakat diharapkan mulai bisa memanfaatkan layanan rumah sakit tersebut setelah tahap konstruksi selesai.