MAKASSAR — Allegra menyampaikan presentasi tersebut saat menjadi student speaker dalam Convocation Ceremony di Harvard, tempat ia meraih Master Degree bidang pendidikan dan pembangunan manusia. Dalam pidatonya, ia menyoroti bahwa pendidikan adalah masalah yang berlapis, kompleks, dan multidimensional.
Allegra memaparkan tiga bidang riset yang ia tekuni selama studi. Pertama, soal higienitas wanita di Indonesia. Kedua, terapi untuk anak-anak autis. Ketiga, pengalamannya menjadi konsultan untuk UNICEF Papua.
"Manusia harus menjadi subyek untuk menelaah permasalahan tersebut dan bukan menjadi obyek, serta berani mengakui dan memberikan solusi terbaik," kata Allegra melalui siaran pers yang diterima, Rabu.
Dalam kesempatan itu, Allegra mengajak para lulusan Harvard untuk berani melihat kembali keseluruhan permasalahan yang ada. Ia menekankan pentingnya solusi yang tepat guna, bukan sekadar pendekatan parsial.
"Kerja keras, fokus dan kemauan kuat adalah kunci utama," ujarnya.
Di luar dunia riset, Allegra aktif mengembangkan talenta musiknya. Ia menjadi bagian dari grup Jazz Acapella asal Harvard, Din and Tonics. Dalam waktu dekat, ia akan mengikuti world tour selama tiga bulan, termasuk menjadi bagian dari penyelenggaraan konser di Jakarta pada Agustus 2026.
Allegra berharap lebih banyak anak muda Indonesia yang mengikuti jejaknya. Menurutnya, kemajuan bangsa bisa dilihat dari bagaimana generasi muda mengembangkan diri, menyeimbangkan bakat dan talenta dengan kemampuan akademis yang didukung akhlak dan budi baik.
Ia ingin prestasinya tidak hanya membawa harum nama bangsa, tetapi juga menginspirasi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi besar.