MAKASSAR — PSM Makassar harus menghadapi tantangan ganda di bursa transfer kali ini. Di tengah upaya mencari nahkoda baru untuk tim, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu masih terbelit sanksi larangan registrasi pemain baru dari FIFA. Situasi ini memaksa manajemen untuk mengubah strategi perburuan pelatih.
Manajemen PSM tidak bisa mencari pelatih dengan kriteria biasa. Sosok yang akan duduk di kursi panas Stadion Batakan itu harus memiliki kemampuan meracik formasi dari pemain yang sudah ada. Pasalnya, tim tidak bisa mendatangkan amunisi baru hingga sanksi FIFA dicabut.
Beberapa nama mulai dikaitkan dengan kursi pelatih PSM. Namun, proses negosiasi disebut berjalan lebih alot karena calon pelatih harus memahami betul situasi klub yang tak bisa belanja pemain.
Sanksi larangan transfer ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi direksi klub. Sejak dijatuhkan, PSM tidak bisa merekrut pemain baru dari klub mana pun di dunia. Akibatnya, komposisi pemain musim depan diprediksi tidak akan banyak berubah dari musim lalu.
Kondisi ini membuat calon pelatih harus jeli melihat potensi pemain muda dari internal klub. Akademi PSM pun disebut-sebut akan menjadi tumpuan utama untuk mengisi slot pemain yang mungkin ditinggalkan.
Pihak manajemen memastikan proses pemilihan pelatih baru berjalan terbuka dan profesional. Mereka tidak mau terburu-buru hanya demi mengisi kursi yang kosong. Keputusan akhir akan diambil setelah melalui serangkaian wawancara dan presentasi dari kandidat.
“Kami mencari pelatih yang tidak hanya paham taktik, tetapi juga paham kondisi klub saat ini. Ini bukan soal gengsi, tapi soal bagaimana tim tetap kompetitif,” ujar salah satu petinggi klub yang enggan disebut namanya.
Selama masa sanksi, PSM hanya bisa mengandalkan pemain yang sudah terdaftar di musim sebelumnya. Klub juga bisa mempromosikan pemain dari tim U-20 ke skuad utama. Strategi ini pernah dilakukan beberapa klub Indonesia lain yang juga terkena sanksi serupa.
Manajemen optimistis sanksi ini bisa segera dicabut jika proses administrasi dengan pihak terkait rampung. Namun hingga saat ini, belum ada kepastian kapan larangan tersebut akan berakhir.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen belum mengumumkan nama resmi. Beberapa sumber menyebut ada tiga kandidat yang masuk dalam daftar akhir. Dua di antaranya adalah pelatih lokal yang pernah malang melintang di Liga 1, sementara satu lagi adalah pelatih asing yang sudah pernah bekerja di Indonesia.
Keputusan final dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat setelah semua proses verifikasi selesai.
Sejarah mencatat, beberapa klub Indonesia yang terkena sanksi serupa sempat mengalami penurunan performa. Namun, ada juga yang justru bangkit dengan mengandalkan pemain muda. PSM sendiri dikenal memiliki akademi yang cukup produktif dalam beberapa tahun terakhir.
Para suporter berharap pelatih baru nanti bisa membawa angin segar tanpa harus bergantung pada pembelian pemain anyar.