BONE BOLANGO — Sebanyak 7.065 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango bakal menerima gaji ke-13 dan TPP lebih awal tahun ini. Bupati Ismet Mile mengungkapkan total anggaran yang disiapkan untuk dua komponen tersebut mencapai Rp 21 miliar.
Dari total anggaran Rp 21 miliar, alokasi untuk gaji ke-13 mencapai Rp 13 miliar. Sementara itu, sisanya sebesar Rp 8 miliar diperuntukkan bagi pembayaran TPP yang sempat tertunda.
Bupati Ismet Mile menyebut pencairan dilakukan serentak agar ASN dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan menjelang Lebaran. "Kami ingin pegawai negeri di Bone Bolango bisa tenang dan fokus bekerja karena hak mereka segera terpenuhi," ujarnya dalam rapat koordinasi beberapa waktu lalu.
Pemkab Bone Bolango menargetkan proses pencairan dimulai pekan depan. Bupati Ismet Mile menginstruksikan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mempercepat administrasi.
"Jangan sampai ada keterlambatan. Semua berkas harus rampung sebelum H-7 Lebaran," tegas Ismet Mile. Langkah ini diambil menyusul keluhan sejumlah ASN yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.
TPP ASN di Bone Bolango sebelumnya mengalami penundaan akibat refocusing anggaran. Pemkab harus memprioritaskan belanja untuk penanganan bencana alam dan pemulihan ekonomi pascapandemi.
Dengan pencairan tahun ini, Bupati berharap moral dan produktivitas ASN kembali meningkat. "Ini bentuk komitmen kami untuk kesejahteraan pegawai," pungkasnya.
Pencairan gaji ke-13 dan TPP tidak serta-merta cair begitu saja. ASN wajib melengkapi dokumen kepegawaian dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang ditandatangani pimpinan unit kerja.
BPKAD Bone Bolango juga akan memverifikasi data penerima secara ketat untuk menghindari duplikasi atau kesalahan nominal. Proses ini ditargetkan selesai dalam lima hari kerja.