MAKASSAR — Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kemenkum Sulsel) memimpin gelaran upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Makassar. Upacara ini diikuti tiga kantor wilayah lainnya, menandai sinergi antar-instansi vertikal di kawasan timur Indonesia.
Peringatan yang jatuh setiap 1 Juni ini berlangsung di halaman kantor Kanwil Kemenkum Sulsel. Seluruh peserta mengikuti rangkaian prosesi dengan khidmat, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih hingga pembacaan teks Pancasila.
Upacara diikuti jajaran pegawai dari Kanwil Kemenkum Sulsel, Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Barat, Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, dan Kanwil Kementerian Hukum Gorontalo. Total peserta mencapai ratusan orang dari berbagai satuan kerja di lingkungan kementerian.
Kehadiran tiga kanwil lain menunjukkan komitmen bersama memperkuat ideologi Pancasila di kalangan ASN. Momen ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpegawai dari lintas daerah.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi aparatur sipil negara, kegiatan ini menjadi pengingat nilai-nilai dasar bangsa yang harus diimplementasikan dalam pelayanan publik.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel dalam sambutannya menekankan bahwa Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas. Hal ini sejalan dengan upaya reformasi birokrasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Meskipun upacara bersifat internal instansi, dampaknya tetap dirasakan warga. ASN yang hadir diharapkan membawa semangat Pancasila dalam melayani masyarakat, seperti keadilan, persatuan, dan gotong royong.
Warga yang berurusan dengan Kanwil Kemenkum Sulsel, misalnya dalam pengurusan dokumen hukum, bisa merasakan pelayanan lebih cepat dan transparan. Ini adalah bentuk nyata pengamalan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Upacara berlangsung pagi hari dengan cuaca cerah di Makassar. Peserta mengenakan seragam dinas lengkap, dan rangkaian acara berjalan lancar tanpa kendala. Pembacaan teks Pancasila diikuti dengan lantang oleh seluruh peserta.
Tak ada atraksi khusus atau hiburan dalam upacara ini. Fokus utama adalah pada penghayatan nilai-nilai Pancasila melalui prosesi sederhana namun khidmat.
Pasca-upacara, Kanwil Kemenkum Sulsel berencana menggelar diskusi internal dan pelatihan bagi pegawai. Tujuannya, memperdalam pemahaman tentang implementasi Pancasila dalam tugas sehari-hari.
Langkah ini menjadi bagian dari program pembinaan ideologi yang rutin dilakukan kementerian. Dengan demikian, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada seremonial belaka.
Upacara dilaksanakan pada 1 Juni, bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. Tanggal ini telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.
Peringatan serupa juga digelar di berbagai instansi pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia. Namun, yang membedakan di Makassar adalah partisipasi tiga kanwil dari provinsi tetangga.
Pesan utama yang disampaikan dalam upacara adalah pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Pancasila, sebagai dasar negara, menjadi perekat seluruh elemen bangsa.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulsel mengajak seluruh ASN untuk tidak hanya menghafal butir-butir Pancasila, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Ini adalah warisan para pendiri bangsa yang harus dijaga.