MAKASSAR — Sebanyak 85 kader ‘Aisyiyah dari berbagai provinsi di Sulawesi mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Sulawesi yang digelar di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Makassar, baru-baru ini. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui Majelis Pembinaan Kader sebagai bagian dari konsolidasi dan pembinaan kepemimpinan perempuan di kawasan Indonesia Timur.
Pelatihan mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Kader Berkemajuan yang Berintegritas, Visioner, dan Menggerakkan Umat”. Para peserta berasal dari unsur pimpinan wilayah se-Sulawesi, pimpinan daerah ‘Aisyiyah se-Sulawesi Selatan, utusan majelis dan lembaga Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, serta unsur Angkatan Muda.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan, Dr. Mahmudah, M.Hum., menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah sebagai momentum strategis. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat jejaring kepemimpinan perempuan berkemajuan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Mahmudah menegaskan bahwa kaderisasi di tubuh ‘Aisyiyah tidak bisa dilepaskan dari spirit Al-‘Ashr yang menjadi fondasi gerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. “Kaderisasi yang kita lakukan hari ini sesungguhnya merupakan implementasi dari empat pilar, yaitu orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran,” ujarnya dalam sambutan.
Mahmudah berharap pelatihan ini melahirkan jejaring pemimpin perempuan berkemajuan yang mampu memperkuat regenerasi organisasi. “Kita mungkin berbeda wilayah, berbeda kultur, dan berbeda tantangan lokal. Tetapi kita disatukan oleh cita-cita besar yang sama, yaitu menghadirkan perempuan Islam berkemajuan yang mampu mencerahkan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” katanya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga konsentrasi selama mengikuti pelatihan. Di era digital, kata Mahmudah, salah satu hal paling berharga adalah kemampuan menjaga perhatian terhadap ilmu dan proses pembelajaran.
Ketua Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Prof. Dr. Mami Hajaroh, menekankan pentingnya konsolidasi dan transformasi kader. Menurutnya, kader tidak selamanya berada dalam satu posisi organisasi, sehingga transformasi menjadi keharusan agar estafet kepemimpinan berjalan sehat dan berkelanjutan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja perkaderan fungsional untuk menyiapkan pemimpin perempuan berkemajuan. Proses kaderisasi, kata Mami, tidak boleh berhenti pada penyiapan semata, melainkan harus berkelanjutan.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Rostina Mansyur, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat transformasi kepemimpinan perempuan di lingkungan ‘Aisyiyah. “Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat transformasi kepemimpinan perempuan berkemajuan di lingkungan ‘Aisyiyah, agar mampu menjadi kader pemimpin yang menggerakkan, menginspirasi, serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” kata Rostina dalam laporannya.
Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek organisasi internal, tetapi juga menyiapkan kader yang mampu menjawab kebutuhan umat, bangsa, dan kemanusiaan secara luas. Dengan menggandeng peserta dari berbagai unsur di regional Sulawesi, kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya pemimpin perempuan yang adaptif terhadap tantangan lokal namun tetap berpijak pada nilai-nilai berkemajuan.