Baratin Sulsel Perketat Pengawasan Pengiriman 3.734 Sapi ke Kalimantan Jelang Idul Adha 1447 H, Antisipasi PMK dan LSD

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:53 WIB
Petugas Baratin Sulsel melakukan pemeriksaan kesehatan sapi sebelum pengiriman ke Kalimantan.

MAKASSAR — Baratin Sulsel mencatat lonjakan pengiriman ternak dalam dua bulan terakhir. Data sistem Best Trust menunjukkan sebanyak 3.734 ekor sapi potong dan 286 ekor kambing telah dikirim dari Satuan Pelayanan Parepare periode April-Mei 2026 menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Mengapa Pengawasan Diperketat Menjelang Idul Adha?

Kepala Karantina Sulsel Sitti Chadidjah menegaskan mobilitas ternak yang tinggi harus diimbangi pengawasan ketat agar tidak menjadi jalur penyebaran penyakit hewan menular. "Seperti penyakit mulut dan kuku atau PMK dan kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD)," katanya di Makassar, Kamis.

Peningkatan pengawasan dilakukan di sejumlah titik pengeluaran ternak di Sulsel. Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong menjadi fokus utama karena merupakan jalur distribusi pengiriman sapi menuju Kalimantan yang kebutuhan hewan kurbannya meningkat saat perayaan Idul Adha.

Proses Pemeriksaan Hewan Kurban: Dari Dokumen hingga Laboratorium

Sebelum diberangkatkan, setiap hewan menjalani serangkaian tindakan karantina. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium.

"Kami juga melakukan pengujian laboratorium untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya penyakit tertentu sehingga pengiriman ternak tetap aman dan sesuai ketentuan," ujar Sitti Chadidjah. Pengujian Rose Bengal Test (RBT) dilakukan untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.

Sinergi Antarinstansi di Pelabuhan

Baratin Sulsel memperkuat sinergitas dengan KSOP Parepare, Polsek Pelabuhan Nusantara, dan TNI AL. Kerja sama ini memastikan seluruh proses pengiriman berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti.

Tindakan karantina ini bertujuan melindungi kesehatan hewan, menjaga keamanan pangan asal hewan, dan memberikan rasa aman kepada konsumen yang akan menerima hewan kurban.

Sulsel: Pemasok Utama Ternak untuk Kalimantan

Data Best Trust periode Januari-Mei 2026 mencatat total pengiriman domestik keluar dari seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulsel sebanyak 5.004 ekor sapi dan 20.567 ekor kambing. Satuan pelayanan tersebut berada di Kota Makassar, Bajoe (Bone), Jeneponto, dan Kota Parepare.

Angka ini mengukuhkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu daerah pemasok utama ternak, khususnya sapi potong, bagi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalimantan.

Apa yang Harus Diperhatikan Konsumen Hewan Kurban?

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari administrasi hingga kondisi fisik hewan. Konsumen di daerah tujuan diharapkan turut memeriksa kelengkapan dokumen karantina dan kondisi fisik hewan saat penerimaan untuk memastikan hewan layak dan sehat dikonsumsi.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top