BONE — Pelabuhan Bajoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, resmi beroperasi kembali setelah menjalani rehabilitasi dermaga. Perbaikan difokuskan pada penggantian Moveable Bridge (MB) dan peningkatan kapasitasnya dari 30 ton menjadi 50 ton. Total anggaran proyek ini mencapai Rp 8 miliar.
Peresmian ditandai dengan uji coba penyeberangan satu kapal pada Kamis (21/5). General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, memastikan pelayanan akan normal keesokan harinya. "Hari ini kita lakukan uji coba dengan 1 kapal, dan mulai besok akan normal seperti sebelumnya," kata Anom kepada wartawan.
Dengan kapasitas MB yang ditingkatkan, dermaga baru mampu menampung bobot lebih besar. Ini berdampak langsung pada kelancaran arus logistik, terutama menjelang Idul Adha yang tinggal sepekan lagi. Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyebut momen pembukaan kembali sangat tepat karena bertepatan dengan tingginya mobilitas masyarakat.
"Tadi kita melihat semua yang sudah dilakukan perbaikan, dan semuanya bagus sekali. Hari ini sudah mulai padat dengan penyeberangan kapal feri," ujar Andi Asman saat meninjau dermaga.
Selain mengoperasikan dermaga, Pemkab Bone bersama ASDP mengusulkan penambahan rute penyeberangan dari Bajoe ke Buton, Sulawesi Tenggara. Saat ini, rute yang aktif baru Bone-Kolaka. Menurut Bupati, rute baru ini akan memacu pertumbuhan ekonomi sektor transportasi dan distribusi pangan.
"Banyak hal yang menjadi satu ikatan kerja sama atau komunikasi untuk bisa bekerja sama antara sistem usaha atau mungkin ekonomi yang mempunyai kegiatan transportasi sampai ke tingkat distribusi ke Buton," beber Andi Asman. Ia juga mendorong usulan ini segera disampaikan ke Kementerian Perhubungan.
Rehabilitasi dermaga Pelabuhan Bajoe semula ditargetkan rampung pada 1 Juni. Namun, pengerjaan bisa dipercepat meski cuaca sempat menjadi tantangan utama. "Kendala tidak ada. Cuman tantangan utama lebih kepada cuaca, namun prinsipnya bisa dilakukan mitigasi sehingga bisa selesai di luar target," jelas Anom.
Anggaran Rp 8 miliar digunakan untuk perbaikan Moveable Bridge berikut sistem hidroliknya. Dengan kapasitas baru 50 ton, dermaga ini diharapkan mampu melayani kapal feri yang lebih besar dan frekuensi penyeberangan yang lebih padat.