TAKALAR — Sila Pulungan meminta seluruh jajaran Kejari Takalar segera merampungkan data primer di aplikasi MySimkari. Menurutnya, sistem digital itu akan menjadi patokan tunggal dalam penilaian kinerja dan kesejahteraan pegawai ke depan.
"Mulai tahun depan, aplikasi ini akan menjadi patokan mutlak dalam pemberian Tunjangan Kinerja (Tukin). Jangan sampai ada hak pegawai yang dirugikan hanya karena kelalaian administrasi digital," tegas Sila Pulungan di hadapan 60 personel Kejari Takalar.
Aplikasi MySimkari tidak hanya menjadi basis Tukin. Sistem ini juga akan digunakan dalam pengajuan kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, hingga usulan mutasi.
Asisten Pembinaan Kejati Sulsel, Abdillah, mengapresiasi Kejari Takalar yang masuk peringkat 3 besar pelaporan bulanan se-Sulsel. Namun, ia menyayangkan masih ada data primer pegawai yang belum lengkap.
“Di dalam MySimkari juga terdapat sistem penilaian kinerja 360 derajat, di mana pimpinan dan bawahan bisa saling memberikan penilaian secara objektif. Tolong segera dipenuhi,” ujar Abdillah.
Dalam kunjungan itu, Sila Pulungan juga memerintahkan percepatan penyelesaian program kerja senilai lebih dari Rp 9 miliar untuk meningkatkan capaian kinerja akhir tahun. Ia meninjau langsung fasilitas kantor dan meminta pembenahan ruang arsip serta barang bukti.
Asisten Intelijen Kejati Sulsel, Ferizal, mengingatkan seluruh pegawai untuk memperkuat kolaborasi internal. Ia juga memberikan peringatan keras terkait penggunaan media sosial di era digital.
Kepala Kejari Takalar, Syamsurezky, menyambut baik arahan tersebut. Ia memaparkan rencana strategis ke depan, termasuk pembangunan sarana prasarana kantor dan rumah dinas pegawai untuk menunjang performa kerja.
Kunjungan Sila Pulungan ke Takalar merupakan bagian dari agenda kerja rutin Kajati Sulsel ke daerah-daerah di bawah yurisdiksinya. Kejari Takalar saat ini memiliki 15 jaksa dan 45 pegawai tata usaha.